Jakarta – Lembaga pemeringkat militer internasional Global Firepower kembali merilis daftar kekuatan militer dunia untuk tahun 2026. Dalam laporan terbarunya, Amerika Serikat masih menempati posisi pertama sebagai militer terkuat di dunia berdasarkan skor PowerIndex, indikator komposit yang dihitung dari lebih 60 variabel kekuatan pertahanan.
Dalam metodologi Global Firepower, semakin kecil skor PowerIndex, semakin kuat militer suatu negara. Penilaian mencakup jumlah personel aktif dan cadangan, inventaris alutsista darat-laut-udara, anggaran pertahanan, kemampuan logistik, sumber daya alam, hingga faktor geografis seperti luas wilayah dan akses laut.
Amerika Serikat Dominan di Semua Matra
Amerika Serikat berada di peringkat pertama dengan skor PowerIndex sekitar 0,07. Negeri Paman Sam memiliki anggaran pertahanan terbesar di dunia yang mendekati 900 miliar dolar AS per tahun.
Dari sisi kekuatan personel, Amerika Serikat memiliki lebih dari 1,3 juta personel aktif dan ratusan ribu pasukan cadangan. Di sektor udara, total pesawat militer mencapai lebih dari 13.000 unit, termasuk jet tempur generasi kelima. Angkatan lautnya diperkuat 11 kapal induk nuklir dan ratusan kapal tempur. Faktor pendukung lainnya adalah jaringan pangkalan militer global yang tersebar di berbagai benua.
Rusia dan Tiongkok Bersaing Ketat
Di posisi kedua terdapat Rusia dengan skor PowerIndex sekitar 0,07–0,08. Rusia unggul dalam jumlah tank tempur utama yang mencapai ribuan unit serta memiliki salah satu arsenal nuklir terbesar di dunia. Personel aktifnya diperkirakan lebih dari 1,3 juta prajurit dengan cadangan jutaan orang. Wilayah geografis Rusia yang sangat luas juga menjadi faktor strategis dalam perhitungan Global Firepower.
Sementara itu, Tiongkok berada di posisi ketiga. Negara ini memiliki jumlah personel aktif terbesar di dunia, mencapai sekitar 2 juta tentara. Anggaran pertahanannya diperkirakan di atas 250 miliar dolar AS per tahun. Modernisasi besar-besaran pada angkatan laut dan pengembangan sistem rudal canggih menjadi kekuatan utama Beijing dalam satu dekade terakhir.
India Perkuat Posisi di Asia Selatan
India menempati peringkat keempat dunia. Dengan lebih dari 1,4 juta personel aktif dan cadangan yang sangat besar, India menjadi salah satu negara dengan kekuatan darat paling signifikan. Anggaran pertahanan yang berada di kisaran 70 miliar dolar AS serta kepemilikan senjata nuklir turut memperkuat posisi strategisnya di kawasan Asia Selatan.
Korea Selatan dan Jepang Andalkan Teknologi
Di posisi kelima terdapat Korea Selatan. Negara ini memiliki sekitar 600 ribu personel aktif dengan dukungan sistem pertahanan udara dan artileri modern. Ancaman regional membuat Seoul terus meningkatkan kesiapan militernya.
Sementara itu, Jepang berada di peringkat kedelapan dunia. Dengan anggaran pertahanan yang terus meningkat dan armada laut modern, Jepang mengandalkan teknologi tinggi serta sistem pertahanan udara canggih sebagai pilar kekuatan militernya.
Kekuatan Eropa Barat Masuk 10 Besar
Dari kawasan Eropa Barat, Inggris dan Prancis konsisten berada di jajaran atas. Inggris memiliki kapal induk modern dan kemampuan proyeksi kekuatan global, sementara Prancis mempertahankan kekuatan nuklir independen serta industri pertahanan yang mapan.
Di peringkat kesembilan dan kesepuluh, Turki dan Italia melengkapi daftar 10 besar. Turki dinilai memiliki kekuatan darat signifikan dan posisi geopolitik strategis di persimpangan Eropa dan Asia. Italia, meski dengan anggaran lebih kecil, tetap mempertahankan struktur militer yang seimbang di tiga matra.
Faktor Geografis dan Logistik Jadi Penentu
Global Firepower menekankan bahwa peringkat tidak hanya didasarkan pada jumlah senjata atau tentara. Faktor seperti luas wilayah, garis pantai, kapasitas industri pertahanan, stabilitas ekonomi, hingga kemampuan logistik nasional ikut memengaruhi skor akhir.
Dengan dinamika geopolitik yang terus berubah, laporan Global Firepower 2026 menunjukkan bahwa dominasi militer global masih berada di tangan Amerika Serikat, namun persaingan dari Rusia dan Tiongkok semakin ketat. Negara-negara Asia lainnya pun memperlihatkan peningkatan signifikan dalam modernisasi pertahanan mereka.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!